Menkominfo: Motif Ekonomi Dibalik Facebook `Draw Mohammed”

Jakarta (ANTARA) – Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menduga ada motif ekonomi dibalik grup akun “Everybody draw Mohammed Everyday” pada laman jejaring sosial “Facebook”, yang dikecam umat Islam sedunia.

“Ada motif ekonomi. Siapapun yang akses akun itu, nanti akan dikenai biaya (yang akan menguntungkan pembuat akun),” kata Menkominfo usai mengisi khotbah dan menjadi imam Shalat Jumat di Mesjid Attaqwa Wisma ANTARA, Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan, pihaknya telah mengirimkan surat protes kepada pengelola Facebook melalui Kedutaan Besar Amerika di Jakarta atas munculnya akun yang menyinggung umat Islam itu.

“Kita sudah kirim kemarin (Kamis, 20/5). Dan sudah ada balasan dari pihak Kedubes Amerika di Jakarta yang akan membantu menyampaikan ke pimpinan Facebook,” katanya.

Kementerian Kominfo juga telah meminta kepada penyedia jasa internet (Internet Service Provider) untuk ikut menyaring dan menutup grup akun menggambar kartun nabi SAW itu.

“Kita tidak menutup facebook, tetapi hanya (akun) `everybody draw Mohammed”. Kita tutup dengan cara menyaring dari sini, dengan minta bantuan internet service provider agat tidak meloloskan itu,” katanya.

Ketika ditanya bahwa pengelola `Facebook` dikabarkan telah menutup grup akun “Everybody draw Mohammed Everyday”, Menkominfo mengatakan dirinya belum mendapatkan kabar tersebut.

Tifatul mengakui memang bisa saja orang membuat akun lain yang mirip setelah pihak pengelola Facebook menutup akun “Everybody draw Mohammed Everyday”

Sebelumnya, Menkominfo menilai keberadaan akun facebook tentang lomba kartun Nabi Muhammad merupakan sebuah upaya provokasi terhadap kerukunan beragama khususnya di Indonesia.

“Saya imbau semua pihak tidak terpancing dengan ini, kita `cooling down` saja kalau ada hal-hal begini,” katanya.

Pihaknya menyatakan akan kembali memperhatikan usulan kelompok masyarakat tertentu yang meminta pembatasan terhadap konten negatif di internet yang memuat unsur penghinaan terhadap agama, SARA, pornografi, judi, kekerasan, dan penipuan.

Tentang adjita

seorang ibu rumah tangga yang berusaha menjalani hidup dengan ketentuan sunatullah, walaupun banyak kekurangan, namun ber'azzam' memberikan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s